Resensi Novel

Judul : Cinta. (dibaca: Cinta dengan titik)
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : Bukune
Terbit : Agustus 2013
Tebal : 314 Halaman

Sinopsis
Sejak tragedi yang terjadi antara Ayah dan Ibunya, Nessa telah membangun dinding kokoh untuk melindungi hatinya yang rapuh. Dia tidak mudah untuk mempercayai lelaki dan selalu berusaha untuk tidak salah langkah dalam menjalin hubungan. Hal ini membuat sang Ayah cemas hingga ia memutuskan untuk menjodohkan Nessa dengan anak sahabatnya, Endru. Ia takut anaknya menjadi perawan tua karena tak kunjung mendapatkan tambatan hati. Nessa tidak setuju dengan pemikiran ayanya yang ingin menjodohkan dengan orang yang belum ia kenal .
sekembalinya ia dari Pontianak ke Yogyakarta, ia bertemu dengan seorang pria berambut gondrong bernama Demas di dalam pesawat. Bermula dari Demas yang menawarkan pekerjaan pada Nessa di perusahaan penerbitan—EPILOG—, hubungan mereka pun semakin dekat. Nessa sendiri merasa dinding yang telah ia bangun perlahan runtuh. Semakin hari nessa semakin tertarik dengan kepribadian Demas, baru Demas laki-laki yang mampu membuat Nessa merasakan cinta. Demas pun mempunyai rasa ketertarikan pada Nessa, merekapun mempunyai hubungan yang semakin lama semakin dekat. Setelah sekian lama mereka dekat, Nessa baru tahu bahwa Demas mempunyai tunangan dan Nessa harus menjadi orang jahat saat keadaan mendesaknya dengan tanpa pilihan. Menjadi orang ketiga. Menjadi kekasih gelap. Nessa harus bediri di antara Demas dan Ivon. Di lain sisi, Endru yang dijodohkan dengan Nessa, perlahan-lahan mulai menaruh hati.

Tokoh dan Penokohan
Nessa orang yang cuek, tidak suka warna pink, suka membaca.
Demas orang yang romantis, pecinta seni
Endru orang yang bertingkah semaunya sendiri, peduli, playboy
Ayah orang yang bijaksana, suka membaca dan menulis, suka bercanda
Bian orang yang kocak, dan nyentrik.

Tema : Percintaan

Latar Belakang
Tempat : Pontianak, Cafe Artemy, Solo, Kereta Api, Kantor, Rumah, Gerai Kopi, Jogja
Waktu : Pagi hingga malam hari
Suasana : Menyenangkan, mengharukan dan menegangkan

Alur
Novel ini menggunakan alur maju

Keunggulan Novel
Pemilihan judul yang unik. Cinta dengan titik! Kalau saja tidak ada titik-nya, judulnya akanlah sangat biasa. Didukung oleh sampulnya yang bagus. Warna hitam putih kayak di papan tulis kapur, berhiaskan doodle dengan bentuk hati di tengahnya yang bertuliskan kata ‘Cinta.’. Ditambah Ilustrasi menariknya di beberapa halaman menambah nilai plus tersendiri yang memang berhubungan dengan isi cerita.

Kelemahan Novel
Judul per-bab-nya sebenarnya berkaitan, tapi kebanyakan selalu kurang mewakili atau menceritakan keseluruhan dari isi bab. Juga ada beberapa kalimat (atau scene) yang kontradiktif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s