Penemuan Fosil – fosil Dinosaurus

Image

 Ilmuwan mengungkap penemuan dinosaurus di Utah kepada publik. Bahwa hewan purba itu merupakan ‘kakek buyut’ dari Tyrannosaurus rex atay T-rex. Binatang itu dikenal sebagai predator dengan tengkorak tebal dan bergigi besar. Para ilmuwan pun menamakan binatang tersebut sebagai Lythronax argetes, atau ‘raja predator’, karena giginya yang besar dan penampilannya yang lebih dominan sebagai pemangsa. “Terlihat gigi yang besar yang merupakan dinosaurus yang hidup pada awal-awal zaman purba. Spesies ini merupakan penguasa pada masa itu,” ujar ahli paleontologi dari Universitas Maryland, Thomas Holtz Jr di Natural History Museum, Utah, di Salt Lake City .

 Image

Ahli paleontologi lain dari Universitas Utah, Mark Loewen menjelaskan, panjang tulang belulang dinosaurus tersebut adalah 7,3 meter, sedikit lebih pendek daripada T.rex. Namun usianya sekitar 10 juta tahun lebih tua. “Penemuan Lythronax ini mengungkap evolusi kelompok sebelum T.rex, sesuatu yang tidak kita pahami sebelumnya,” kata Mark yang memimpin penggalian dinosaurus baru ini. “Lythronax seperti paman buyut T.rex,” imbuh dia. Para ilmuwan berharap penemuan itu akan membantu pemahaman mengenai ekosistem predator tersebut. Penemuan spesies ini dibukukan dalam jurnal ilmiah Plos One. Dinosaurus ini sebenarnya sudah ditemukan oleh pekerja Biro Federa Manajemen Pertanahan di timur Utah pada 2009. Kemudian ilmuwan baru mengungkapkan jenisnya sekarang. Foto sisa fosil dari spesies baru yang ditemukan itu lalu dikirim ke Mark dan timnya segera setelah ditemukan di selatan monumen nasional Grand Staircase Escalante di perbatasan Utah-Colorado. Tim tersebut membutuhkan waktu 2 tahun untuk mengumpulkan, mengawetkan, dan menyusun kembali tulang belulang itu. Kemudian mereka menuju lokasi di mana tulang spesies keluarga T rex ini dipelajari, termasuk di China, Birmingham, Alabama, Washington DC, dan New York. Para ilmuwan awalnya memperkirakan dinosaurus tersebut adalah anggota keluarga dengan karakteristik seperti T.rex berbadan besar, lengan kecil, tengkorak tebal, dan mata lurus ke depan, berusia sekitar 70 juta tahun. namun Lythronax memperlihatkan tanda bahwa ia setidaknya berumur 80 juta tahun.

 Image

Seperti kerabatnya, Lythronax diyakini merupakan pemangsa utama pada masanya, tersebar dari Meksiko hingga Alaska, termasuk sebagian Utah, pada fasa Campanian periode Cretaceous akhir. “Hal yang menarik adalah penemuan ini menunjukkan bahwa tyrannosaurus terakhir yang diketahui berada di wilayah selatan Amerika Utara, bukannya Asia atau Amerika Utara jauh seperti diduga sebelumnya,” ujar Andrew Farke, kurator museum paleontologi Raymond M Alf di Claremont, California. Pakar paleontologi Peter Roopnarine yang mempelajari ekologi periode dinosaurus di Akademi Sains California mengatakan, “penemuan semacam ini sangat menarik karena ini bukan saja binatang dari era tersebut namun juga predator besar pada masa itu.”Menurut Roopnarine, dengan mempelajari Lythronax akan terungkap lebih banyak lagi mengenai ekosistem pada masa hidupnya. “Ini akan mengubah pemahaman kami mengenai sistem ekosistem tua ini,” ujar Roopnarine yang dimuat Dailymail.

 

 Image

Fosil Triceratops yang ditemukan di Montana

LONDON – Sebuah fosil tanduk dari salah satu dinosaurus yang hidup terakhir membuktikan bahwa serangan meteor besar mengakhiri kehidupan seluruh spesies dinosaurus. Seperti yang dikutip Daily Mail, Jumat (15/7/2011), fosil tanduk dengan panjang 45cm merupakan tanduk yang dimiliki jenis dinosaurus Triceratops yang merupakan dinosaurus bertanduk. Fosil tersebut ditemukan di sebuah situs geologis yang dikenal sebagai Formasi Creek Neraka di tanah yang tandus di sebelah tenggara Montana, Amerika Serikat (AS), di mana sebelumnya telah banyak ditemukan fosil dinosaurus yang lain.

Sesuatu yang membuatnya menarik yaitu penemuan fosil ini hanya berjarak 13 cm di bawah lapisan batuan. Ini merupakan penemuan fosil paling dangkal dalam sejarah pencarian fosil yang memakan penggalian hingga puluhan meter, apalagi ini merupakan fosil dinosaurus.
Hal ini menunjukan kepada kita bahwa dinosaurus terakhir yang lenyap dari peradaban bumi. Sementara para Ilmuwan meyakini kalau dinosaurus kemudian menghilang secara cepat setelah adanya bencana global dengan serangan batuan asteroid ke bumi pada masa itu.
“Penemuan ini memberikan beberapa bukti bahwa dinosaurus tidak mati pelan-pelan sebelum meteor menghantam, “ujar Dr Tyler Lyson, dari Yale University di New Haven.
“Fakta bahwa spesimen ini begitu dekat dengan perbatasan menunjukan bahwa setidaknya beberapa dinosaurus sedang melakukan upaya penyelamatan diri sebelum akhirnya terkena dampak asteroid,”tambah Lyson.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s