IPW : Hukum di Tanah Air Sudah Terbeli

Jakarta (Metrobali.com)-

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan hukum di Tanah Air sudah terbeli.

“Kasus ini menunjukkan hukum sudah terbeli dan tidak ada lagi panutan di negeri ini,” katanya kepada Antara di Jakarta, Kamis (3/10) dinihari.

Dikatakan, MK sebagai lembaga tinggi negara yang diharapkan menjadi garda terdepan pengawal tertinggi konstitusi pun tidak bisa diharapkan lagi.

Ia menambahkan negeri ini seperti sudah tidak punya harapkan untuk menegakan hukum dan konstitusinya.

“Tiga tahun lalu pakar hukum tata negara Refli Harun pernah membongkar suap menyuap di MK. Saat itu banyak orang yang mencibirkan dan memaki Refly,” katanya.

Selain itu, kata dia, adanya penangkapan itu menunjukkan bahwa mafia dan praktik mafia sudah masuk begitu jauh dalam kehidupan elit dan pejabat tinggi negara.

Terlepas dari hal itu, IPW tetap memberi apresiasi kepada para penyidik polri yang bekerja di KPK yang sudah berani dan bersikap profesional melakukan operasi tangkap tangan terhadap ketua MK.

Operasi tersebut menunjukkan sikap konsisten para penyidik polri di KPK dalam memberantas korupsi dan melakukan penegakan supremasi hukum.

“IPW berharap kasus ini menjadi tonggak bagi para penyidik polisi dan KPK untuk melakukan operasi tangkap tangan lagi di lembaga-lembaga tinggi negara agar ada efek jera bagi para pejbat yang hendak bermain-main dengan korupsi,” katanya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi berinisial AM yang diduga menerima uang terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

“Penyidik menangkap tangan beberapa orang di kompleks Widya Chandra, dengan inisial AM, CHN, dan CN,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari.

Johan mengatakan, AM merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi, sementara CHN seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan CN seorang pengusaha. AN-MB

 sumber: http://metrobali.com/2013/10/03/ipw-hukum-di-tanah-air-sudah-terbeli/

Opini:

Menurut saya hukum diindonesia semakin melemah dan semakin dapat dibeli dengan uang, kini kedudukan hukum diindonesia bukan lagi sesuatu yang ditakutkan karena terbukti dari kasus di atas yang ber-uang lah yang dapat mengatur hukumnya sendiri. Korupsi-korupsi pun sudah merajalela di kalangan pejabat namun sampai saat ini belum ada hukuman yang pasti untuk membuat para koruptor jera dengan perbuatannya. Seharusnya para penegak hukum memberanikan diri untuk membuat hukuman yang berat untuk kejeraan para koruptor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s